Banjir Nepal China, Ratusan Pekerja Pembangkit Masih Hilang

Banjir Nepal China, Ratusan Pekerja Pembangkit Masih Hilang

0 0
Read Time:3 Minute, 4 Second

Banjir Nepal China menewaskan ratusan orang dan membuat ribuan warga masih belum ditemukan. Di Nepal, otoritas mencatat 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air masuk dalam daftar orang hilang.

Bencana tersebut menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet pada 26 Agustus 2026. Arus air dan material longsoran kemudian menghancurkan desa, jembatan, jalan, serta sejumlah proyek pembangkit listrik.

Hingga 29 Agustus, hampir 3.000 orang masih hilang di Nepal dan Tibet. Sementara itu, jumlah korban meninggal telah mencapai lebih dari 600 orang.

Banjir Nepal China Menghantam Proyek Hidroelektrik

Sektor hidroelektrik menjadi salah satu bagian yang paling terdampak. Proyek pembangkit banyak berdiri di sepanjang sungai dan lembah yang kini tertutup lumpur serta material longsoran.

Otoritas Nepal memasukkan 933 pekerja dari sejumlah proyek hidroelektrik ke daftar orang hilang. Mereka bekerja di wilayah Rasuwa dan Nuwakot ketika banjir menerjang.

Selain itu, sejumlah pekerja diduga terjebak di dalam terowongan pembangkit. Tim militer Nepal kemudian memusatkan operasi penyelamatan di beberapa lokasi untuk mencari kemungkinan korban yang masih hidup.

Pekerja Terjebak di Dalam Terowongan

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah proyek Trishuli 3A. Tim penyelamat menemukan indikasi keberadaan pekerja di dalam terowongan yang tertutup lumpur dan material banjir.

Petugas kemudian memasukkan udara dan kamera ke dalam terowongan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi orang-orang yang masih terperangkap di dalamnya.

Di lokasi lain, militer Nepal berhasil mengevakuasi ratusan orang dari fasilitas pembangkit. Namun, medan yang rusak membuat proses penyelamatan berlangsung sangat sulit.

Ribuan Orang Masih Hilang

Skala bencana terus terlihat dari jumlah orang yang belum ditemukan. Data terbaru menunjukkan hampir 3.000 orang masih hilang di Nepal dan Tibet.

Sebagian korban merupakan pekerja proyek, wisatawan, serta peziarah yang berada di kawasan Himalaya. Beberapa warga juga masih mencari anggota keluarga yang belum memberikan kabar.

Tim penyelamat menghadapi tantangan besar karena banjir menghancurkan akses menuju sejumlah wilayah. Lumpur tebal, jalan yang putus, serta risiko banjir susulan memperlambat pencarian.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Nepal melaporkan sedikitnya 669 orang meninggal dalam bencana tersebut. Di wilayah Tibet yang berada di bawah administrasi China, tujuh orang juga dilaporkan meninggal.

Jumlah korban berpotensi berubah karena petugas masih menemukan jenazah di lokasi terpencil. Sebagian jasad bahkan terbawa arus hingga wilayah yang jauh dari titik awal bencana.

Selain korban jiwa, banjir menghancurkan rumah dan fasilitas umum. Jembatan serta puluhan kilometer jalan juga mengalami kerusakan berat.

Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung

Pemerintah Nepal kembali menjalankan operasi pencarian setelah sebelumnya menghentikan kegiatan akibat cuaca buruk dan ancaman banjir susulan. Kondisi lapangan kini memungkinkan tim kembali memasuki sejumlah wilayah terdampak.

Helikopter menjadi salah satu alat utama untuk menjangkau kawasan yang terisolasi. Tim penyelamat juga menggunakan alat berat untuk membuka akses menuju lokasi yang tertutup lumpur.

China, India, dan sejumlah negara lain turut memberikan bantuan teknis serta perlengkapan untuk mendukung operasi. Bantuan tersebut mencakup peralatan penyelamatan terowongan dan dukungan logistik.

Dampak Besar bagi Infrastruktur Nepal

Kerusakan pembangkit listrik menambah tantangan bagi Nepal. Negara tersebut sangat mengandalkan proyek hidroelektrik sebagai bagian penting dari sistem energinya.

Banjir juga merusak jembatan dan jalan yang menghubungkan berbagai wilayah. Akibatnya, distribusi bantuan dan mobilisasi tim penyelamat menjadi lebih sulit.

Pemerintah Nepal memperkirakan kebutuhan pembangunan kembali dapat mencapai sekitar US$4 miliar hingga US$5 miliar. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari bencana ini.

Ancaman Banjir Susulan Masih Ada

Tim penyelamat juga harus menghadapi potensi banjir baru. Material longsoran membentuk sejumlah danau yang dapat meningkatkan risiko aliran air mendadak.

Petugas terus memantau kondisi wilayah perbatasan untuk mengantisipasi ancaman tersebut. Keselamatan tim penyelamat menjadi pertimbangan utama selama operasi berlangsung.

Pada akhirnya, Banjir Nepal China menjadi salah satu bencana paling mematikan di kawasan Himalaya dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan orang masih hilang, termasuk 933 pekerja proyek hidroelektrik di Nepal. Operasi pencarian terus berlangsung untuk menemukan korban dan menyelamatkan mereka yang masih terjebak.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %